Archives

Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana

Pondasi

pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

Beton

beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

Cetakan Beton

hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :

1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

Ukuran Beton

pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:

1. sloof 15x20 cm
2. kolom utama 15x15 cm
3. kolom praktis 13x13 cm
4. ringbalk 13x15 cm
5. balok kuda2 13x15 cm

Begel/Sengkang

begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

Dinding Bata

mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

Plesteran

sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

Kusen

pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

Kuda-kuda Kayu

untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

Gunung-gunung

kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

Sumber: Departemen Pekerjaan Umum
READ MORE - Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana

Membangun Rumah Tahan Gempa

Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2009) sore, dan 7,0 SR di Jambi pada Kamis (1/10/2009) pagi harusnya menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Bukan apa-apa, gempa itu telah merusakkan segalanya. Hanya dalam tempo sekejap, keindahan ranah Minang itu meredup.

Lebih dari 800 orang tewas, ribuan terluka, dan ribuan rumah ambruk, rata dengan tanah. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 2 triliun. Daerah dengan dampak terbesar adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut pengamatan penulis setelah melihat langsung ke berbagai lokasi, konstruksi mayoritas rumah yang rusak ternyata tidak memenuhi syarat teknis (non-engineered housing).

Hancurnya rumah disebabkan beberapa hal. Di antaranya, konfigurasi rumah. Ketidakteraturan denah mengakibatkan gaya puntir dan konsentrasi tegangan sehingga menghancurkan bagian bangunan.

Selain itu, rumah yang roboh itu tidak memiliki kolom praktis, balok keliling (ring balk), dan sloof. Tanpa hal-hal itu, rumah mudah roboh atau ambles. Kalaupun ada, ukurannya tidak memenuhi syarat.

Ketidaksempurnaan sambungan mengakibatkan elemen-elemen struktur tidak terikat baik. Mutu material, seperti bata, kayu, pasir, dan bahan beton yang rendah, juga berdampak pada kualitas bangunan.

Jika kualitas pekerjaannya buruk—adukan beton salah, campuran adukan salah, penyusunan bata sembarangan, detail pembesian salah, sambungan kayu atau beton buruk, pengangkeran (anchoring) buruk, dan lain sebagainya, rumah gampang roboh. Kurangnya pemeliharaan juga memperlemah kekuatan bangunan.

Rumah Tahan Bencana

Departemen Kelautan dan Perikanan telah menginisiasi pembangunan rumah ramah bencana sejak 2006. Sampai 2008 telah dibangun sekitar 497 rumah di 18 kabupaten/kota. Rumah-rumah itu telah terbukti ampuh dan tetap kokoh berdiri walaupun digoyang gempa. Di Kota Pariaman dan Kabupaten Agam, misalnya, semua rumah itu mampu bertahan.

Demikian juga rumah ramah bencana yang dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan. Rumah- rumah itu tahan terhadap gempa Bengkulu 7,4 SR, Rabu (12/9), dua tahun lalu.

Pada tahun 2009 sedang dibangun 2.236 unit rumah nelayan ramah bencana di 55 kabupaten/kota. Di Kabupaten Agam, dari 50 rumah yang sedang dibangun, 14 rumah dindingnya roboh digoyang gempa Padang Pariaman. Pasalnya, dinding baru dikerjakan setinggi 1 meter dan kondisinya masih basah. Kolom praktis belum dicor sehingga belum ada ikatan yang baik antara dinding dan kolom praktis.

Ada dua tipe rumah yang dikembangkan, yakni nonpanggung dan panggung. Bagi daerah di luar rayapan tsunami, rumah berbentuk nonpanggung. Adapun kawasan yang rawan tsunami dengan kedalaman genangan tsunami kurang dari 3 m dibuat rumah panggung.

Dibentuk panggung agar tsunami dapat leluasa lewat sehingga mengurangi beban horizontal pada struktur. Di hari biasa, lantai bawah dapat digunakan untuk santai, parkir, kios, memperbaiki jaring, menimbang ikan, dan lain sebagainya. Lantai-lantai di atasnya bisa dipakai untuk mengungsi saat tsunami.

Denah bangunan sederhana, simetris, satu kesatuan, dan seragam. Ukuran rumah rata-rata 27,5 meter persegi. Arah bangunan dibuat sedapat mungkin sejajar dengan arah penjalaran gelombang tsunami atau tegak lurus garis pantai agar tekanan air ke bangunan lebih kecil.

Sloof dipasang di atas seluruh panjang fondasi untuk mendukung dan meratakan beban tembok di atasnya dan meneruskannya ke fondasi di bawahnya. Sloof juga berfungsi mencegah naiknya air dari bawah ke atas tembok. Khusus untuk rumah panggung, sloof dipasang untuk menghubungkan tiap-tiang panggung dan dapat berfungsi sebagai lateral bracing (penguat horizontal) terhadap hantaman tsunami.

Kolom praktis dibuat untuk menguatkan tembok dan tiang pendukung, dipasang. Jarak maksimum 3 meter, pada pasangan tembok lurus dan pertemuan-pertemuan tembok. Balok keliling fungsinya untuk meratakan beban kuda-kuda dan rangka atap, rangka plafon ke dinding, atau kolom bawahnya.

Struktur rumah panggung diperhitungkan guna mengatasi benturan benda keras akibat kapal atau benda lain yang terlempar ke pantai. Tiang rumah panggung sebaiknya dari beton dan berbentuk silinder—agar bidang sentuhan dan benturan dengan puing yang hanyut sekecil mungkin.

Fondasi rumah panggung berbentuk telapak (foot plate) dan terhubung kuat dengan sloof dan tiang rumah. Fondasi diletakkan 1,5 meter di bawah permukaan tanah agar ketahanannya lebih baik, guna me- nahan gerusan akibat arus air deras. Tsunami dapat menggerus tanah hingga sedalam 1,5 meter.

Pola Bantul dan Klaten

Untuk membangun rumah tahan gempa dan tsunami secara efisien dan efektif, kita layak meniru kegiatan rekonstruksi rumah akibat gempa di Bantul dan Klaten, model Java Reconstruction Fund (JRF).

Sekitar 6.080 rumah tahan gempa dibuat JRF tanpa tender. Kontraktor tak dilibatkan. Masyarakat melaksanakan dan mengawasi pembangunan rumahnya secara langsung.

Setiap kepala keluarga yang rumahnya roboh atau rusak berat mendapat bantuan Rp 20 juta untuk membuat rumah tahan gempa 21 m-27 m. Sebagian dari mereka mengeluarkan uang pribadi untuk tambahan agar rumah lebih cantik dan elok.

Agar proses pembangunan berjalan sesuai standar rumah tahan gempa, mereka didampingi konsultan. Konsultan pendamping mengawasi pelaksanaan pembangunan rumah, mulai dari mutu material bangunan sampai teknik-teknik pembuatan rumah. Konsultan digaji JRF.

Kini, para korban itu sudah menikmati rumah-rumah tahan gempa tersebut. Hidup mereka jauh lebih tenang. Lebih dari itu, tak ada uang bantuan yang bocor karena berbagai hal.

SUBANDONO DIPOSAPTONO Penulis buku Hidup Akrab dengan GEMPA dan TSUNAMI
READ MORE - Membangun Rumah Tahan Gempa

Pemerintah Pusat Siap Tambah Rusun di Banjarmasin

Pemerintah pusat dan hal ini Menteri Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kesiapannya membantu menambah pembangunan rumah susun (rusun) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kesiapan Menteri PU Djoko Kirmanto tersebut merupakan salah satu upaya antisipasi masalah pemukiman penduduk menghadapi Banjarmasin sebagai kota metropolitan itu, kata Kepala Dinas Tata Kota Banjarmasin, Drs.H.Hamdi, Senin.

"Ketika saya menghadap Menteri PU beberapa hari lalu dan mengemukakan keinginan bantuan tambah rusun di `kota seribu sungai` yang menjadi ibu kota Kalsel, beliau (menteri) menyetujui dan merespon dengan positif," ungkapnya.

"Saya siap membantu untuk menambah rusun sebanyak tiga blok bangunan, asalkan pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin menyediakan lahan guna pembangunan prasarana permukiman penduduk tersebut," lanjutnya mengutip ucapan Menteri PU Djoko Kirmanto.

Ia menerangkan, untuk penyediaan lahan guna pembangunan rusun tersebut memerlukan dana sekitar Rp5 miliar dan hal itu sudah mendapat persetujuan pimpinan DPRD Kota Banjarmasin.

"Karena dengan hanya menyediakan Rp5 miliar, kita akan mendapatkan bangunan rusun senilai sekitar Rp50 miliar. Kan itu sangat menguntungkan kita," tandasnya.

Menurut mantan Kepala Bagian Lingkungan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota (Bapedalko) Banjarmasin itu, untuk mengatasi masalah permukiman penduduk di ibu kota Kalsel, terlebih dalam kaitan dengan kota metropolitan nanti, maka diperlukan penambahan rusun.

"Perlunya penambahan rusun tersebut, mengingat keterbatasan lahan untuk permukiman atau tempat tinggal penduduk. Sementara kawasan yang ada untuk pengembangan kota dari status kota besar menjadi kota metropolitan," katanya.

Perkiraan jumlah penduduk Kota Banjarmasin pada tahun 2018 bisa menjadi satu juta jiwa atau mengalami kenaikan sekitar 300.000 orang bila dibandingkan dengan keadaan sekarang (2009) yang diperkirakan hampir 700.000 jiwa, lanjutnya.

"Bila melihat jumlah pertambahan penduduk Banjarmasin mendatang itu, berarti pertumbuhan penduduk di ibu kota Kalsel diperkirakan rata-rata per tahun lebih dari lima persen (5%)," ujarnya.

Ia berpendapat, angka lima persen itu merupakan pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi, sehingga perlu penanganan yang lebih serius dari Pemkot Banjarmasin agar tidak menimbulkan permasalahan.

"Dari pengamatan sementara, penyumbang terbesar tingginya pertumbuhan penduduk Kota Banjarmasin itu dari migran (perpindahan penduduk dari perdesaan ke kota), yang bukan saja terjadi dalam wilayah Kalsel sendiri, tapi juga asal luar provinsi," tambahnya.

Sumber: antaranews.com
READ MORE - Pemerintah Pusat Siap Tambah Rusun di Banjarmasin

Bagian dan Konstruksi Rumah Tradisional Banjar

Pondasi, Tiang dan Tongkat

Keadaan alam yang berawa-rawa di tepi sungai sebagai tempat awal tumbuhnya rumah tradisional Banjar, menghendaki bangunan dengan lantai yang tinggi. Pondasi, tiang dan tongkat dalam hal ini sangat berperan. Pondasi sebagai konstruksi paling dasar, biasanya menggunakan kayu Kapur Naga atau kayu Galam. Tiang dan tongkat menggunakan kayu ulin, dengan jumlah mencapai 60 batang untuk tiang dan 120 batang untuk tongkat.
[sunting] Kerangka

Kerangka rumah ini biasanya menggunakan ukuran tradisional depa atau tapak kaki dengan ukuran ganjil yang dipercayai punya nilai magis / sakral. Bagian-bagian rangka tersebut adalah :

1. susuk dibuat dari kayu Ulin.
2. Gelagar dibuat dari kayu Ulin, Belangiran, Damar Putih.
3. Lantai dari papan Ulin setebal 3 cm.
4. Watun Barasuk dari balokan Ulin.
5. Turus Tawing dari kayu Damar.
6. Rangka pintu dan jendela dari papan dan balokan Ulin.
7. Balabad dari balokan kayu Damar Putih. Mbr>
8. Titian Tikus dari balokan kayu Damar Putih.
9. Bujuran Sampiran dan Gorden dari balokan Ulin atau Damar Putih.
10. Tiang Orong Orong dan Sangga Ributnya serta Tulang Bubungan dari balokan kayu Ulin, kayu Lanan, dan Damar Putih.
11. Kasau dari balokan Ulin atau Damar Putih.
12. Riing dari bilah-bilah kayu Damar putih.

Lantai

Di samping lantai biasa, terdapat pula lantai yang disebut dengan Lantai Jarang atau Lantai Ranggang. Lantai Ranggang ini biasanya terdapat di Surambi Muka, Anjung Jurai dan Ruang Padu, yang merupakan tempat pembasuhan atau pambanyuan. Sedangkan yang di Anjung Jurai untuk tempat melahirkan dan memandikan jenazah. Biasanya bahan yang digunakan untuk lantai adalah papan ulin selebar 20 cm, dan untuk Lantai Ranggang dari papan Ulin selebar 10 cm.

Dinding

Dindingnya terdiri dari papan yang dipasang dengan posisi berdiri, sehingga di samping tiang juga diperlukan Turus Tawing dan Balabad untuk menempelkannya. Bahannya dari papan Ulin sebagai dinding muka. Pada bagian samping dan belakang serta dinding Tawing Halat menggunakan kayu Ulin atau Lanan. Pada bagian Anjung Kiwa, Anjung Kanan, Anjung Jurai dan Ruang Padu, terkadang dindingnya menggunakan Palupuh.

Atap

Atap bangunan biasanya menjadi ciri yang paling menonjol dari suatu bangunan. Karena itu bangunan ini disebut Rumah Bubungan Tinggi. Bahan atapnya terbuat dari sirap dengan bahan kayu Ulin atau atap rumbia.
[sunting] Ornamentasi (Ukiran)

Penampilan rumah tradisional Bubungan Tinggi juga ditunjang oleh bentuk-bentuk ornamen berupa ukiran. Penempatan ukiran tersebut biasanya terdapat pada bagian yang konstruktif seperti tiang, tataban, pilis, dan tangga. Sebagaimana pada kesenian yang berkembang dibawah pengaruh Islam, motif yang digambarkan adalah motif floral (daun dan bunga). Motif-motif binatang seperti pada ujung pilis yang menggambarkan burung enggang dan naga juga distilir dengan motif floral. Di samping itu juga terdapat ukiran bentuk kaligrafi. Kaligrafi Arab merupakan ragam hias yang muncul belakangan yang memperkaya ragam hias suku Banjar.

sumber: wikipedia
READ MORE - Bagian dan Konstruksi Rumah Tradisional Banjar

Pasang Iklan Tanah Banjarbaru

Ket: *= tidak wajib diisi.

Jenis Penawaran
Jenis Properti
Judul Iklan
Harga (Rp.)
Nego

Alamat
Kelurahan
Kecamatan
Kota/Kabupaten
Ls. Tanah (m2)
Stat. Kepemilikan
Arah Tanah
Lebar Jalan (m)
Ket. Tambahan*
Foto atau Peta*
Nama Kontak
Telpon / HP
Fax*
Email*
Website*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

READ MORE - Pasang Iklan Tanah Banjarbaru

Pasang Iklan Properti Banjarbaru

Ket: *= tidak wajib diisi.

Jenis Penawaran
Jenis Properti
Judul Iklan
Harga (Rp.)
Nego

Alamat
Kelurahan
Kecamatan
Kota/Kabupaten
Ls. Bangunan (m2)
Ls. Tanah (m2)
Stat. Kepemilikan
Jenis Bangunan
Jml. Lantai
Jml. Kamar Tidur
Jml. Kamar Mandi
Arah Properti
Lebar Jalan (m)
Daya Listrik (Watt)*
Fasilitas*







Ket. Tambahan*
Foto #1*
Foto #2*
Nama Kontak
Telpon / HP
Fax*
Email*
Website*
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

READ MORE - Pasang Iklan Properti Banjarbaru

Macam Penggunaan Kayu

Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifat kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan. Jenis-jenis kayu yang mempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapat dikemukan sebagai berikut :

1. Bangunan (Konstruksi)
Persyaratan teknis : kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetan alam yang tinggi.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas, keruing, lara, rasamala.

2. Veneer biasa
Persyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat dan beratnya sedang.
Jenis kayu : meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.

3. Veneer mewah
Persyaratan teknis : disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.
Jenis kayu : jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai, weru, sonokembang.

4. Perkakas (mebel)
Persyaratan teknis : berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan, mudah dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.
Jenis kayu : jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling, sonokembang, ramin.

5. Lantai (parket)
Persyaratan teknis : keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dan cukup kuat.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.

6. Bantalan Kereta Api
Persyaratan teknis : kuat, keras, kaku, awet.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur, kempas, ulin.

7. Alat Olah Raga
Persyaratan teknis : kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus, serat lurus dan panjang, kaku, cukup awet.
Jenis kayu : agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling, teraling.

8. Alat Musik
Persyaratan teknis : tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, daya resonansi baik.
Jenis kayu : cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.

9. Alat Gambar
Persyaratan teknis : ringan, tekstur halus, warna bersih.
Jenis kayu : jelutung, melur, pulai, pinus.

10. Tong Kayu (Gentong)
Persyaratan teknis : tidak tembus cairan dan tidak mengeluarkan bau.
Jenis kayu : balau, bangkirai, jati, pasang.

11. Tiang Listrik dan Telepon
Persyaratan teknis : kuat menahan angin, ringan, cukup kuat, bentuk lurus.
Jenis kayu : balau, giam jati, kulim, lara, merbau, tembesu, ulin.

12. Patung dan Ukiran Kayu
Persyaratan teknis : serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah patah dan berwarna gelap.
Jenis kayu : jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.

13. Korek Api
Persyaratan teknis : sama dengan persyaratan veneer, cukup kuat (anak korek api), elastis dan tidak mudah pecah (kotak).
Jenis kayu : agathis, benuang, jambu, kemiri, sengon, perupuk, pulai, terentang, pinus.

14. Pensil
Persyaratan teknis : BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warna agak merah, berserat lurus.
Jenis kayu : agathis, jelutung, melur, pinus.

15. Moulding
Persyaratan teknis : ringan, serat lurus, tekstur halus, mudah dikerjakan, mudah dipaku. Warna terang, tanpa cacat, dekoratif.
Jenis kayu : jelutung, pulai ramin, meranti dll.

16. Perkapalan
Lunas
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : ulin, kapur.
Gading
Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Senta
Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Kulit
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, kuat, liat, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, meranti merah.
Bangunan dan dudukan mesin
Persyaratan teknis : ringan, kuat dan awet, tidak mudah pecah karena getaran mesin.
Jenis kayu : kapur, meranti merah, medang, ulin, bangkirai.
Pembungkus as baling-baling
Persyaratan teknis : liat, lunak sehingga tidak merusak logam.
Jenis kayu : nangka, bungur, sawo.

17. Popor Senjata
Persyaratan teknis : ringan, liat, kuat, keras, dimensi stabil.
Jenis kayu : waru, salimuli, jati.

18. Arang (bahan bakar)
Persyaratan teknis : BJ tinggi.
Jenis kayu : bakau, kesambi, walikukun, cemara, gelam, gofasa, johar, kayu malas, nyirih, rasamala, puspa, simpur.

Pengenalan atas sifat-sifat fisik dan mekanik akan sangat membantu dalam menentukan jenis-jenis kayu untuk tujuan pengunaan tertentu. Diharapkan dengan memahami sifat-sifat kayu dan jenis-jenis kayu untuk penggunaan tertentu akan semakin mengurangi ketergantungan konsumen akan suatu jenis kayu tertentu saja sehingga pemanfaatan jenis-jenis kayu yang semula belum dimanfaatkan (jenis-jenis yang belum dikenal umum) akan semakin meningkat.

Sumber: www.dephut.go.id
READ MORE - Macam Penggunaan Kayu

Mengenal Sifat Sifat Kayu

Kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan. Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu (fisik dan mekanik) serta macam penggunaannya.

Pengenalan Sifat-Sifat Kayu

Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.

Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Dari sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu :

1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
2. Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.
4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan kering.


Sifat Fisik Kayu


1. Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani). Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.

2. Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.

3. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda.

4. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).

5. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal (serat miring).

6. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.

7. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.

8. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.

9. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. Makin lembab udara disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya. Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content).

10. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :
10.1. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan elastisitas kayu.
10.2. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara. Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).

11. Daya Hantar Panas
Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.

12. Daya Hantar Listrik
Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik. Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadar air 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah), maka daya hantarnya boleh dikatakan sama dengan daya hantar air.


Sifat Mekanik Kayu


1. Keteguhan Tarik
Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
1.1. Keteguhan tarik sejajar arah serat dan
1.2. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.
Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat. Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.

2. Keteguhan tekan / Kompresi
Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu :
2.1. Keteguhan tekan sejajar arah serat dan
2.2. Keteguhan tekan tegak lurus arah serat.
Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat.
2.3. Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya. Terdapat 3 (tiga) macam keteguhan yaitu :
2.3.1. Keteguhan geser sejajar arah serat
2.3.2. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan
2.3.3. Keteguhan geser miring
Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat.
2.3.4. Keteguhan lengkung (lentur)
Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
2.3.4.1. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan.
2.3.4.2. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak.
2.3.5. Kekakuan
Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
2.3.6. Keuletan
Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian.
2.3.7. Kekerasan
Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu.
2.3.8. Keteguhan Belah
Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha membelah kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat mekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :
2.3.8.1. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan, pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
2.3.8.2. Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.

Sumber: www.dephut.go.id
READ MORE - Mengenal Sifat Sifat Kayu

Pasar KPR 2010 Menggiurkan bagi Bank

Menjelang tahun macan, seluruh sendi bisnis di Indonesia mulai mengaum optimistis. Tak terkecuali industri properti, terutama properti tempat tinggal. Baik developer maupun bankir sangat optimistis, penjualan rumah baru tahun ini bisa mencetak rekor tertinggi.

Keyakinan ini bermuara ke tren bunga yang masih rendah. Bunga acuan alias BI Rate selama lima bulan terakhir tetap bertahan 6,5% dalam lima bulan terakhir.Dalam situasi seperti itu, biaya dana bank rendah. Dan bankir punya kesempatan untuk menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang saat ini masih berada di kisaran 9% - 13%.

Jika melongok realisasi kredit KPR perbankan per akhir dengan Oktober 2009, menurut catatan BI, penyaluran KPR maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan tipe di bawah 70 meter persegi mengalami kenaikan sebesar 10,5% sehingga outstanding kredit Rp 54,98 triliun.

Sementara, penyaluran kredit perbankan untuk tipe rumah dan apartemen di atas 70 meter persegi meningkat 9,6% menjadi Rp 56,1 triliun.
Pengembang tetap yakin permintaan KPR tahun ini tidak akan berhenti, bahkan terus tumbuh. Heintje Mogi, Senior Vice President Division Head Mortgage & Secured Loan UOB Buana optimistis, bisnis properti di tahun 2010 akan meningkat lebih pesat dibandingkan tahun lalu.

Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi yang mendorong tumbuhnya kawasan-kawasan baru sehingga membutuhkan properti. "Saya meramalkan tahun ini bisnis properti akan mengambil porsi 8% - 10% dari total outstanding pembiayaan konsumer 2009," ujar Heintje, akhir pekan lalu (6/1).

Dia bilang, pertumbuhan properti yang tinggi tahun ini akan mendorong penyaluran KPR. Ini yang menjadi alasan UOB Buana memilih KPR sebagai fokus bisnis di tahun-tahun mendatang.

Saat ini, sebanyak 99% KPR UOB Buana mengalir untuk secondary market dan properti yang statusnya ready stock baik itu rumah, apartemen dan rumah toko (ruko). Dan hanya 1% KPR untuk rumah inden.

Untuk menyukseskan rencana bisnis ini, UOB Buana menjalin bekerjasama dengan beberapa pengembang seperti kelompok Ciputra, Jakarta Garden City, serta kelompok Summarecon.

Direktur Ciputra Development, Tulus Santoso, juga memprediksi bahwa penjualan perumahan dan apartemen akan menyumbang kenaikan tertinggi tahun ini. "Pendukung utamanya adalah bunga KPR dan KPA yang terus turun." kata Tulus.

Optimistis

Melihat pasar yang besar, UOB Buana memasang target penyaluran KPR yang optimistis, yakni Rp 1,5 triliun, lebih tinggi 50% daripada nilai KPR di akhir 2009, Rp 1 triliun. Bank UOB Buana membidik pasar KPR untuk rumah, apartemen, maupun ruko yang harganya Rp 150 juta - Rp 600 juta per unit.

Untuk memikat nasabah, UOB Buana menawarkan program KPR Take Over Refinancing yang memberikan bunga flat 9,9% hingga masa pembayaran lunas.UOB Buana juga menawarkan program KPR fixed tiga tahun, yakni program kredit KPR yang memberikan bunga menurun selama tiga tahun awal. Setelah itu bunga kredit menyesuaikan dengan pasar.

Bank pemegang pangsa KPR terbesar, yakni Bank Tabungan Negara juga memasang target penyaluran KPR yang lebih tinggi. "Target kami 2010 tumbuh 27%," kata Evi Firmansyah, Wakil Presiden Direktur BTN (7/12).

Bank BNI bersikap setali tiga uang. BNI mengincar nilai KPR akhir 2010 sebesar Rp 10 triliun, naik 30% daripada proyeksi realisasi akhir 2009, yaitu Rp 8,2 triliun. Diah Sulianto, Manajer Umum Konsumer Bank BNI (10/12) bilang, BNI berniat menambah kerjasama dengan pengembang yang ramah lingkungan.
READ MORE - Pasar KPR 2010 Menggiurkan bagi Bank

Optimis Properti 2010 Membaik

Ketika bisnis properti terpuruk akibat krisis global awal tahun ini, justru beberapa pengamat dan pelaku bisnis properti optimis pada 2010, sektor ini akan bangkit lagi. “Sebab otoritas moneter berencana untuk menurunkan terus suku bunga KPR dan KPA. Saya prediksi tahun 2010 bisnis properti akan ‘booming’ kembali,” kata Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Jopy Rusli pada Februari 2009. Menurutnya kecenderungan itu terlihat dari data Global Property Guide yang menyebutkan, selama 2008 tingkat pertumbuhan investasi properti di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, yakni 13,4%.

Hal senada dikemukakan prinsipal agen properti Abie Property, Abie, yang memprediksikan pada 2010 pasar primer dan sekunder properti Indonesia akan melonjak kembali, terutama yang berlokasi strategis dan fasilitasnya lengkap. Ternyata mendung akibat krisis subprime mortgage di Amerika Serikat awal tahun ini, berangsur pulih. Jangan lupa, daya beli masyarakat pada 2010 bakal menguat. Sementara BI Rate masih dipatok pemerintah 6,5%, sehingga suku bunga KPR akan terjangkau.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi 2009 ini berkisar 4 - 4,5%. Angka ini lebih baik dari prediksi sebelumnya yang hanya 3,5 - 4%. “Sementara pada 2010, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5% - 5,5%,” ujar Darmin pada acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009, Rabu (2/12).

Sektor properti 2010 juga diprediksi akan jauh membaik oleh Direktur Eksekutif Cushman&Wakefield, Arif Rahardjo, bila mengacu pada sejumlah indikator ekonomi terutama tingkat suku bunga. “SBI sampai dengan akhir tahun turun sampai sekitar 4,46% dan masih akan turun pada 2010,” kata konsultan bisnis dan keuangan ini di Jakarta, Kamis (17/12). Kondisi ini didukung oleh dengan target pemerintah yang optimis untuk pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah yang stabil, serta yang lebih penting kemampuan menekan inflasi.

Optimisme akan kondisi bisnis properti 2010 yang bakal cerah, juga membuncah dari Juan Panca Wijaya, General Manager PT Fajar Surya Perkasa, pengembang Daan Mogot Baru. “Kini kekurangan rumah telah mencapai 8,6 juta unit. Tiap tahun kebutuhan rumah sudah 800 ribu unit, tetapi pasokannya hanya 200-300 ribu unit,” tutur Juan. Menutupi kekurangan ini, karena lahan terbatas, pilihannya adalah rumah susun atau apartemen.

Meningkatnya angkatan kerja terdidik dan eksekutif di Jakarta juga membuat kebutuhan akan rumah terus meningkat. Mereka perlu hunian yang dekat dengan kantor, sehingga pilihannya adalah rumah susun atau apartemen. Harga apartemen di lokasi premium, seperti di kawasan Thamrin, Salemba, S Parman dan Kemayoran pun lebih terjangkau, dibanding mahalnya waktu dalam kehidupan metropolitan yang super sibuk. Penghuni apartemen memiliki lebih banyak waktu yang berkualitas dan menikmati kehidupan karena sangat dekat dengan simpul aktivitas sehari-hari, sehingga bebas dari kemacetan, stress dan pemborosan BBM.

Penghuni dengan berjalan kaki, mudah menjangkau kantor, juga fasilitas kehidupan dan gaya hidup serba lengkap seperti pusat perbelanjaan, bisnis dan hiburan, perkantoran, hotel bintang lima, infrastruktur kota, puluhan rute kendaraan umum, serta sarana busway dan monorail. Pasar sewanya gemuk dan lezat pula karena berada di pusat aktivitas bisnis berskala internasional, membuat apartemen makin laris tahun ini.

Menurut Agung Wirajaya, Marketing Manager PT Jakarta Realty, Apartemen Thamrin Residences yang dibangunnya membidik pasar menengah yakni para manajer dan eksekutif yang bekerja di kawasan Sudirman, Thamrin dan Kuningan. Harga per unit apartemennya per April 2009 mulai Rp 290 juta hingga Rp 900 juta, paling murah dibanding proyek serupa di lokasi yang sama.

Namun menurut Oka M Kauripan, Direktur LJ Hooker Indonesia, landed house paling prospektif pada 2010. “Tren penjualannya terus meningkat. Apalagi orang Indonesia, masih suka tinggal di rumah berhalaman,” papar Oka. Semua pendapat ini sah saja, tergantung tujuan membeli properti. Yang pasti pada 2010, prospek hunian cerah. “Dibanding kondisi 2009, prospek 2010 lebih bagus, seperti 2007,” kata Oka. Terutama ditunjang nilai tukar rupiah yang lebih stabil. Selain hunian, properti untuk perkantoran juga bakal cerah, terutama untuk sewa. “Terbukti 40% pendapatan, LJ Hooker diperoleh dari sini,” kata Oka.

Bukan hanya hunian, permintaan akan ruko juga cukup menarik. Menurut Oka maupun Juan, semua tergantung lokasinya. Di beberapa daerah yang sudah hidup, permintaan akan ruko cukup kuat. “Misalnya di Boulevard Kelapa Gading, di sini masih banyak yang butuh ruko sementara pasokannya terbatas,” kata Oka. Sedangkan Juan menilai, permintaan ruko biasanya berasal dari investor. “Saat daya beli masyarakat meningkat dia bisa sekalian jualan.”

Bila betul prospek bisnis properti pada 2010 tumbuh cukup cerah, di mana saja sebarannya? “Pilihannya masih seputar Jabodetabek. Untuk apartemen dan rumah susun ya di Jakarta, sementara landed house ada di pinggiran.” Daerah lain yang cukup prospektif adalah Banjarmasin, Balikpapan, Surabaya dan Medan. Di Jawa Tengah, Juan melihat magnet pertumbuhan properti ada di Jogja dan Solo. “Hanya saja yang berkembang cukup baik, adalah properti Solo. Di sini ditunjang oleh industri tekstil dan pariwisata.”

Bila proses pemulihan ekonomi global yang makin menguat, dengan dimotori oleh China di Asia, dampaknya cukup baik bagi Indonesia. Sektor properti, terutama hunian bakal menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengingat sektor ini memberi dampak yang cukup besar bagi sektor penunjang lainnya di bisnis properti. Saatnya kembali berinvestasi properti.

Sumber: TEMPO Interaktif
READ MORE - Optimis Properti 2010 Membaik

Banjarmasin Pasar Terbesar Genteng Metal

Kondisi tanah di Banjarmasin yang gambut, membuat warga mencari alternatif dengan memilih atap bangunan yang lebih ringan namun kuat yakni atap metal. Di Banjarmasin, genteng metal jadi pilihan alternatif yang paling diminati, karena atap metal yang ringan cocok dengan kondisi tanah di sini yang gambut dan rawa.

Sifat atap metal yang sifatnya rigan, menurutnya, lebih awal pupoler di daerah-daerah daripada di Pulau Jawa. Karena atap genteng tanah sebelumnya lebih populer di Pulau Jawa. Namun setelah kejadian gempa di Jogjakarta, pasar genteng metal di Pulau Jawa mulai ramai.

Menurut Stevanus, dari divisi marketing Sakura Truss, setelah sukses dengan produk atap metal, seperti Multi Roof, Suryaroof, Sakura Roof, Multi Sirap, Soka Abadi dan Soka Jempol –menguasai hampir 70 persen pasar atap metal di Indonesia, sejak 2005 PT Tatalogam Lestari, kembali memperkenalkan Sakura Truss yaitu Kuda-kuda Metal Zincalum. Kelebihan Sakura Truss dibandingkan kuda-kuda biasa, adalah dari kekuatannya, bahan ringan dan anti karat dan rayap.
READ MORE - Banjarmasin Pasar Terbesar Genteng Metal

Sistem Knockdown Rumah Limasan

Rumah merupakan bentukan benda tetap yang tidak dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Pernyataan ini bisa mengandung kebenaran dan sekaligus kesalahan pemahaman. Jika menilik dari sejarah bangsa sendiri, yaitu sejarah dari tanah pulau Jawa, rumah merupakan wadah hidup yang diartikulasikan mempunyai nyawa untuk menopang manusia dalam berumah tangga dan menjalani kehidupan pada kesehariannya. Orang Jawa membuat rumah dengan kesadaran penuh terhadap guna masing-masing pembentuk rumah tersebut, mulai dari pondasi hingga struktural penutup rumahnya. Mereka memberikan arti berdasarkan fungsi kegunaan benda-benda tersebut sebagai bagian dari rumah. Mulai dari pemilihan bahan hingga nama-nama setiap materialnya mempunyai arti yang sakral dan sangat jujur terhadap fungsi-fungsi kebaikan untuk kehidupan manusia.

Kesadaran akan hal tersebut membuat mereka menggunakan hitungan-hitungan hari dan tanggal sebagai sarana kecocokan terhadap penghuni rumahnya. Karena hal tersebut dan akibat dari pembelajaran sejarah terdahulunya, maka mereka membuat rumah seakan-akan memiliki nyawa, sehingga mereka membuat keseluruhan rumah menggunakan sistem knockdown dan hal ini menjadikan rumah dapat dipindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut dimungkinkan, karena material kayu pada dahulu kala sangat banyak dan sangat bagus sebagai rumah tinggal. Keseluruhan sambungan konstruksinya dapat dilepas dan disatukan kembali tanpa merusak bentuk dan keindahan rumahnya. Hal itu terbukti, bahwa sampai saat ini banyak peninggalan rumah-rumah jawa seperti Rumah Limasan dan Rumah Joglo masih berdiri tegak dan masih diperbaharui pembuatannya.

Rumah Limasan memiliki sistem struktur knockdown yang sangat simple, sehingga sistem struktur ini masih dipakai sampai saat ini. Sambungan-sambungan kayu di perkuat dengan sistem sundhuk, sehingga kelenturan daya elastisitas material kayu dapat memberikan gerakan-gerakan tertentu yang dapat meredam getaran atau goncangan akibat dari pergeseran tanah atau gempa bumi. Hal ini dimungkinkan karena mereka belajar dari nenek moyang terdahulu yang sudah merasakan bahaya gempa bumi terhadap bangunan. Pembelajaran sistem sederhana ini harus dilestarikan sebagai nilai sejarah dan nilai estetika struktur yang harus dikembangkan sebagai sistem-sistem yang lebih modern.

Sumber: gebyok.com
READ MORE - Sistem Knockdown Rumah Limasan

Strata Title

Strata title adalah salah satu bentuk kepemilikan di mana pemilik properti masing-masing memiliki unit, ditambah bagian dari area umum dari situs, atau "milik bersama". Perumahan, komersial, industri dan jenis-jenis bangunan dapat dibagi dengan cara sebuah rencana strata.

Setiap pembangunan dikelola oleh "strata korporasi" sendiri, meskipun beberapa strata perusahaan dapat memilih untuk mempekerjakan seorang manajer properti. Masing-masing pemilik strata memiliki satu suara dalam strata korporasi, dan umumnya membayar biaya pemeliharaan bulanan untuk menutupi biaya bersama yang berkaitan dengan hak milik umum dan menyediakan untuk dana kontingensi, yang digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan milik umum. Strata korporasi yang dapat mengadopsi strata oleh-hukum (peraturan bangunan), dan harus mengadakan rapat umum dari semua pemilik setidaknya sekali setahun, Saat anggaran tahunan disetujui, "strata dewan" dipilih, dan resolusi khusus memberikan suara, jika diminta.

Bangunan Baru
Ketika sebuah gedung baru yang mengandung dua atau lebih unit yang dibangun dan belum ditempati, sebuah rencana strata dapat disimpan untuk registrasi di Kantor Pertanahan Provinsi, tanpa memerlukan persetujuan kota untuk rencana strata tersebut. Perkembangan baru di sebagian besar distrik keluarga tunggal umumnya tidak dapat strata berjudul, dan kota mungkin memerlukan perjanjian untuk didaftarkan terhadap properti strata title untuk membatasi kepemilikan di distrik ini. Beberapa kegunaan lain, seperti Artis Studios, mungkin juga dibatasi dari strata sertifikasi dalam beberapa zonasi distrik.

Bangunan yang Sudah Ada (Konversi Strata)
Setiap proposal yang melibatkan konversi dari sebuah gedung yang diduduki sebelumnya untuk kepemilikan strata title kota harus menerima persetujuan, sesuai dengan Undang-Undang Strata Properti. Proses untuk konversi yang diduduki sebelumnya bangunan untuk strata atau kepemilikan koperasi dimaksudkan untuk menilai dampak konversi pada penyediaan akomodasi sewaan di daerah ini dan untuk mempertimbangkan dampak penyewa hunian yang tidak bersedia atau tidak mampu untuk tinggal di kediaman mereka dengan membeli banyak atau koperasi strata unit. Ini juga menjamin bahwa gedung yang diusulkan untuk konversi adalah dalam keadaan wajar perbaikan. Bangunan yang diperiksa oleh staf kota sesuai dengan persyaratan standar umum keamanan bangunan. Untuk tempat tinggal, alat penyiram api dan pemisah antar unit dan sistem keselamatan harus ada.

Dewan kota adalah "otoritas yang menyetujui" untuk konversi ke dalam bangunan yang sebelumnya menduduki strata banyak. Dewan telah mendelegasikan wewenangnya pada petugas subdivisi untuk aplikasi konversi strata bangunan tempat tinggal.

Strata Bertahap (Phased Strata)
Aplikasi strata bertahap dapat dipertimbangkan oleh petugas. Menyetujui untuk mengizinkan bangunan di situs yang akan dibangun di fase sequencing, dengan strata dalam fase-fase awal banyak dijual dalam rangka mengumpulkan dana untuk menyelesaikan fase-fase berikutnya. Sebuah rencana strata terdaftar setelah tahap pertama selesai, dan sebagai kemajuan pembangunan, masing-masing tahap berikutnya adalah bergabung dengan rencana strata asli. Ketika pembangunan selesai, akan ada satu rencana strata untuk seluruh pembangunan.

Bare Land Strata Bare Land Strata
Tidak seperti rencana strata konvensional, batas-batas lapisan tanah kosong banyak didefinisikan di darat, mirip paket hukum konvensional, bukan oleh lantai, dinding dan langit-langit sebuah bangunan. Secara umum, sebagian besar lahan kosong perkembangan strata memiliki akses jalan pribadi, semua pemilik yang bertanggung jawab untuk menjaga, serta prasarana umum lainnya, utilitas seperti selokan dan saluran air, fasilitas atau fasilitas. Dalam banyak bagian dari Provinsi, tanah kosong rencana strata terdaftar untuk taman rumah, rekreasi perkembangan dan "komunitas berpagar".

Pembagian Strata Banyak dan Amandemen Lainnya
Kota persetujuan diperlukan untuk lebih membagi strata yang ada banyak pada bangunan, untuk memastikan bahwa usulan perubahan rencana strata memenuhi semua ketentuan hukum kota yang berlaku.


Source: vancouver
Translated by: Google Translate
READ MORE - Strata Title

Perbandingan Batu Bata dan Beton Ringan (Hebel)

Dewasa ini bahan bangunan semakin beragam. Mulai dari pengganti bata dengan menggunakan hebel atau plat lantai diganti menggunakan penutup yang berbahan ringan serta untuk atap yang tidak lagi menggunakan kayu sebagai kuda-kuda maupun untuk reng dan usuknya, tetapi saat ini masyarakat tren menggunakan baja ringan sebagai pengganti kayu.

Untuk dinding, dahulu orang cenderung menggunakan batako ataupun batu bata, namun saat ini orang sudah mulai mengenal hebel (beton ringan). Sebenarnya beton ringan ini sudah dipergunakan oleh masyarakat swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Kemudian pada tahun 1943 di Jerman dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel. Dan di Indonesia sendiri hebel mulai dikenal sejak tahun 1995.

Hebel atau beton ringan untuk bahan adonannya antara lain terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran. Sedang untuk batu bata batu bata terdiri atas jenis bata tanah liat atau lempung, bata pasir kapur, dan bata mortar. Sedangkan dari segi pembuatannya, ada batu bata merah konvensional dan bata pres.

Untuk segi ukuran batu bata 25 x 12 x 4,5 cm atau lebih kecil beberapa centimeter. Untuk hebel ukuran lazimnya 20 x 60 x 10 cm atau tebalnya dapat lebih kecil sedikit.Dalam penggunanan bata sebagai penutup dinding biasa digunakan kurang lebih sekitar 85 buah. Sedang untuk hebel rata-rata digunakan sebanyak 8,5 buah.

Perbandingan harga keduanya yaitu untuk satu buah batu bata berkisar Rp 375,- / buahnya. Untuk hebel Rp 650.000,- /m3. Sehingga harga satuan rata-rata Rp. 6.500,- / buah. Sehingga dalam 1m2 untuk batu bata besar biaya Rp 375,- x 85 = Rp. 31.875,- (diluar dari speci). Dan untuk Hebel dalam 1m2 adalah Rp. 6.500,- x 8,5 = Rp. 55.250,- (diluar dari speci). Memang untuk hebel harga jatuh lebih tinggi. Namun dari segi berat untuk distruktur, hebel lebih ringan dan lebih cepat pengerjaannya.

Sumber: bangun-rumah.com
READ MORE - Perbandingan Batu Bata dan Beton Ringan (Hebel)

Beton Ringan Alternatif Pengganti Bata

Membangun hunian tak lagi mutlak mengandalkan bata merah. Beton pun bisa dijadikan pilihan. Beton tergolong istimewa karena ringan.

Menurut Vicentius Totok Noerwasito, arsitek dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS, beton ringan alternatif bata kerap disebut bata ringan. Hal itu bertujuan memudahkan pengertian dan sudah akrab bagi pemakai bahan bangunan dinding.
Menurut Totok, perbedaan mendasar antara beton dan bata merah terletak pada bahan. Beton ringan dibuat dari pasir dan semen, sedangkan bata atau brick dibuat dari tanah liat.

Selain bahan, pengeringan beton ringan dan bata merah berbeda. Beton ringan dikeringkan dengan sistem autoclave. Karena itu, beton atau bata ringan tersebut akrab juga disebut autoclaved aerated concrete (AAC). Sementara, bata merah membutuhkan pembakaran.

Hal lain yang membedakan adalah industri pembuatnya. Bata merah dapat dikerjakan industri kecil, sedangkan beton ringan dikerjakan industri besar. ”Itu juga membuat harga kedua bahan ini berbeda jauh,” jelas pria 53 tahun tersebut.

Beton ringan mempunyai beragam keunggulan. Salah satunya, tahan api. Sebab, bahan dasar dan proses produksinya dibuat tidak padat, tapi tahan terhadap tekanan gaya. Itu semua dihasilkan berkat teknologi pembuatannya yang relatif lebih tinggi daripada teknologi beton biasa.

Bahan yang tidak padat membuat beton ringan mampu menyerap panas dan hemat listrik. Bahkan, beton tersebut memiliki ketahanan terhadap panas dari luar bangunan. Akibatnya, temperatur di dalam bangunan menjadi lebih rendah. Temperatur yang rendah itu berdampak pendinginan ruang tidak memerlukan energi listrik yang besar. Terutama untuk pemakaian AC. ”Beton ringan juga mampu meredam suara karena memiliki rongga halus di dalam bahan,” imbuh pria yang pernah menetap di Prancis tersebut.

Kelebihan lain beton ringan adalah pengerjaan yang cepat. Itu disebabkan ukuran yang cukup besar. Beton ringan milik Hebel, misalnya, berukuran 60 x 20 x 10 cm. Nah, ukuran bata merah 25 x 12 x 5 cm. Kalau pemasangan bata 6-8 meter persegi per hari, beton ringan bisa 12-15 meter persegi dalam sehari. Jika kebutuhan beton ringan per satu meter persegi delapan buah, batu bata 33 buah.

”Beton ringan juga mudah dibentuk sesuai dengan kondisi di lapangan, karena mudah dipotong,” ujar Hendra Selamat, marketing PT Sinar Buana Perkasa, distributor bata Hebel. Tampilan beton ringan juga lebih rapi dan bersih. Ukurannya pun banyak, mulai yang standar 60 x 20 x 10 hingga jumbo 60 x 40 x 10.
Ada juga beton ringan untuk lantai maupun tangga. ”Pemakaian semen juga tidak perlu banyak. Cukup dioleskan tiga mili, antarbeton sudah melekat kuat,” tambah Hendra. Namun, semen yang digunakan khusus. Yaitu, semen instan (mortar), bukan semen yang dicampur pasir dan air.

Namun, tidak semua desain bangunan sesuai dengan pemakaian beton ringan. Bahan itu sesuai jika digunakan pada bangunan yang menggunakan bidang lebar dan menghendaki kerapian tinggi. Pada bangunan khusus dan menghendaki detail khusus, bahan yang natural lebih berperan daripada beton ringan. Warna beton yang pucat membuat dinding dengan bahan beton ringan kurang menarik.

Sumber: Jasa Arsitek
READ MORE - Beton Ringan Alternatif Pengganti Bata

Contact

Informasi layanan lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi:


Bpk Fendhi
No. Telp: 0511-7585686
email: fendhi2scs@gmail.com



atau chat melalui yahoo pingbox pada website kami.




Salam hormat.
READ MORE - Contact

Pasang Iklan Properti

Silahkan pasang iklan properti Saudara berdasarkan pilihan jenis properti yang Saudara tawarkan, antara lain:

A. Iklan Properti: (untuk: Rumah, Ruko, Kios atau Bangunan diatas tanah lainnya).
~ Iklan Properti di wilayah Banjarmasin
~ Iklan Properti di wilayah Banjarbaru
B. Iklan Tanah: (untuk Tanah Kavling, Kebun, Sawah, atau bentuk lahan lainnya).
~ Iklan Tanah di wilayah Banjarmasin
~ Iklan Tanah di wilayah Banjarbaru.


Untuk pemasangan iklan dalam bentuk banner dan bentuk lainnya, silahkan menghubungi kami melalui:

email: fendhi2scs@gmail.com


----0O0----
READ MORE - Pasang Iklan Properti